contoh makalah sederhana


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dave Pelzer merupakan penulis yang handal dan mahir dalam menguraikan cerita termasuk novel “The Lost Boy”. Ekspresi karakter David pada novel “The Lost Boy” yag di paparkan pengarang sebagai tokoh yang tabah dan pantang menyerah serta memiliki keteguhan hati, ternyata masih langka dalam kehidupan sekarang.
Penulis merasa perlu untuk mengekspresikan diri lewat tulisan dengan berbentuk makalah ini. Agar pembaca minimal mencontoh karakter yang ada pada tokoh.
Hal inilah yang menyebabkan penulis tertarik untuk membahas ke dalam makalah ini. Dan dari novel ini penulis bisa mengambil hikmah yang tersirat untuk menjadi pelajaran berharga, bahwa ‘hidup adalah perjuangan’.

B. Tujuan Penulisan

Dengan selesainya tugas ini, tujuan dari penulisan makalah yang penulis buat sederhana saja, antara lain:
a. Untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI-IA tahun pelajaran 2009-2010.
b. Meningkatkan kreatifitas diri dalam memahami isi dari Novel serta minat baca terhadap karya sastra.
c. Dan untuk melatih diri dan bekal dewasa nanti.

C. Sistematika Penulisan

Agar makalah ini terinci dengan baik, maka penulis menguraikannya ke dalam sistematika di bawah ini:
1. Bab I. Pendahuluan. Berisikan tentang latar belatar belakang penulisan, tujuan penulisan, dan sistematika penulisan.
2. Bab II. Unsur Intrinsik Novel. Yang berisikan: Sinopsis dari Novel ‘The Lost Boy’, Biografi penulis Novel, dan Unsur Intrinsiknya yang meliputi; Tema, Tokoh dan Penokohan, Alur, latar, Gaya Bahasa, Sudut Pandang, dan Amanat.
3. Bab III. Analisis Unsur Intrinsik. Yang berupa; Analisis Tema, Analisis Tokoh dan Penokohan, Analisis Alur, Analisis Latar, Analisis Gaya Bahasa, Analisis Sudut Pandang, dan Analisis Amanat.
4. Bab IV. Berupa: Simpulan dari Sinopsis Novel ‘The Lost Boy’, dan saran untuk menarik minat baca masyarakat pada umumnya.

BAB II
UNSUR INTRINSIK NOVEL “THE LOST BOY”

A. Identitas dan Sinopsis

1. Identitas Novel
Judul Buku : The Lost Boy
Pengarang : Dave Pelzer
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun Terbit : 2003
Cetakan Ke- : keenam, Oktober 2003
Jumlah halaman : xii +332 halaman

2. Sinopsis
Seorang anak yang telah bertahun-tahun disiksa Ibunya sendiri, akhirnya dapat bebas dari cengkramannya. Dalam sidang pengadilan, ia menang atas tuntutannya dan menjadi tanggungan pengadilan atau menjadi anak asuh. Anak itu bernama David. Di sekolah ia tak bisa menyesuaikan diri, oleh karenanya ia melakukan perbuatan-perbuatan menyimpang demi mendapat perhatian dari temannya.
Karena perbuatannya ia di kirim di tempat rehabilitasi anak-anak nakal. Akibatnya, sang Ibu mengajukan tuntutan pada pengadilan untuk mengambil kembali anaknya. Pak Hakim memutuskan memberi masa percobaan pada David beberapa bulan. Ia pun kembali pada pangkuan orang tua asuhnya. Namun tak bertahan lama ia pindah lagi.
Di lingkungan baru orang tua asuhnya yang baru, ia merasa menjadi pria sesungguhnya. Di tempat itu pulalah ia membuka mata untuk menggapai mimpi-mimpi yang selama ini ia impikan. Setelah melalui tantangan-tantangan yang berat, ia pun menggapai impiannya untuk terbang. Ia menjadi komandan pilot militer Amerika. Kebahagiaan itu bertambah karena ia telah menemukan kehangatan cinta sebuah keluarga yang selama ini ia dambakan.
B. Biografi

Dave adalah pensiunan Angkatan Udara Amerika Serikat, yang pernah ambil bagian dalam operasi Just Cause, Desert Shield, dan Desert Strom. Dave juga terpilih untuk melakukan tugas khusus pengisisan bahan bakar di udara dan lalu menangani tugas pesawat SR-71 Blackbird dan F-117 Stealth Fighter.
Sebagai pengakuan atas prestasi-prestasi istimewanya, Dave di anugerahi berbagai bentuk penghargaan, termasuk pujian secara pribadi dari dua mantan presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan dan George Bush. Tahun 1990 ia menerima J.C Penney Golden Rule Award. Pada januari 1993 ia mendaat penghargaan sebagai salah satu dari Ten Out Standing Young Americans. Ia bergabung dalam sebuah kelompok alumni terkemuka yang antara lain beranggotakan John F. Kennedy, Richard Nixon, Anne Bancroft, orson Welles, Elvis Presley, Walt Disney, dan Nelson Rockefeller. Pada November 1994 ia menjadi satu-satunya warga Amerika yang di anugerahi penghargaan sebagai salah satu dari Out Standing Young Person of The World, di Kobe, Jepang, atas upayanya meningkatkan kewaspadaan akan perlakuan kasar terhadap anak-anak dan pencegahannya, juga atas kegigihannya yang tanpa kenal henti dalam menanamkan pentingnya bersikap tabah. Dave memperoleh penghargaan membawa Api Olimpiade—yang mencerminkan kegigihan semangat—dalam pawai arak-arakan membawa Api Olimpiade 1996.
Dave adalah penulis buku “A Child Call ‘It’”, buku pertama dari rangkaian tiga buku atau trilogi, dan buku penutupnya yang berjudul “A Man Named Dave”. Ia di kenal sebagai salah satu pembicara yang paling efektif dan dihormati.

C. Unsur Intrinsik

1. Tema
Tema dari novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer yaitu pencarian kasih sayang. Anak itu di perankan oleh David sebagai tokoh utama.

2. Tokoh dan Penokohan
Tokoh utama :
a. David : pekerja keras, penuh dedikasi dan antisipasi.
b. Sosok Ibu : jahat, kejam, licik, pemabuk dan perokok.
Tokoh bawahan :
c. Ms. Catanze : ramah, sangat baik dan perhatian, juga tabah dalam menghadapi kelakuan anak-anak asuhnya
d. Ms. Gold : baik, ramah, penuh perhatian, mengabdikan seluruh hidupnya untuk menyelamatkan anak-anak.
3. Alur
Alur pada novel “The Lost Boy” menggunakan alur maju

4. Latar
a. tempat : pengadilan, sekolah, rumah orang tua asuh
b. waktu : petang hari, siang hari, malam hari
c. suasana : sedih, ramai, kecewa, takut, bahagia

5. Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang terdapat pada novel ini menggunakan hampir keseluruhan kata baku dan sehari-hari.

6. Sudut Pandang
Dalam novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama. Untuk pemeran utamanya, David sebagai aku (penulis novel).

7. Amanat
Dengan perjuangan keras dan keteguhan hati, kita akan mendapatkan apa yang di inginkan.

BAB III
ANALISIS UNSUR INTRINSIK NOVEL “THE LOST BOY”
KARYA DAVE PELZER

A. Analisis Tema

Tema dari novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer adalah pencarian kasih sayang. Yang di perankan oleh David. Selengkapnya penulis sajikan dalam kutipan berikut:
Sikap burung yang sendirian itu dalam bertempur mempertahankan makanannya seperti mencerminkan segala tantangan yang kualami selama dalam pengasuhan orang tua asuh. Dulu tak ada yang lebih penting bagiku daripada keinginan untuk diterima dan menemukan jawaban tentang masa laluku. Tetapi semakin matang kepribadianku, semakin aku sadar bahwa aku harus menapakkan langkahku sendiri.
(novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer h.315)

B. Analisis Tokoh dan Penokohan

Tokoh dan penokohan novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer adalah sebagai berikut:
1. David
Pekerja keras, penuh dedikasi dan antisipasi. Selengkapnya penulis sajikan dalam kutipan berikut:
Kalau bosan mencuri permen, aku mengambil risiko yang lebih besar lagi yaitu mencuri barang-barang yang lebih besar-mainan. Beberapa anak di lingkungan situ , yang tahu bahwa aku sering membagi-bagikan permen, mengikutiku ke toko dan memperhatikan aku mencuri di situ. Aku senang sekali diperhatikan seperti itu.
(novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer h.148)

2. Sosok Ibu
Jahat, kejam, licik, pemabuk dan perokok. Selengkapnya penulis sajikan dalam kutipan berikut:
“nak!” suara Ibu tajam, hampir berbisik, “Boy…dengar baik-baik! Aku tak peduli apa kata orang! Aku tak peduli apa yang mereka lakukan! Kau belum terbebas dari aku! Aku pasti mengambilmu lagi! Kau dengar? Aku pasti mengambilmu lagi!”
Ibu melepaskan tanganku dan mendorongku.
(novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer h.51)

3. Ms. Catanze
Ramah, sangat baik dan perhatian, juga tabah dalam menghadapi kelakuan anak asuhnya. Selengkapnya penulis sajikan dalam kutipan berikut:

Ia menggandeng tanganku dan membimbingku masuk ke kamarku. Saat aku berbaring di tempat tidur, Lilian mengelus-elus rambutku sambil berbisik, “tenanglah, aku bersamamu. Nanti akan kita bereskan semuanya”.
(novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer h.101)

4. Ms. Gold
Baik, ramah, penuh perhatian, mengabdikan seluruh hidupnya untuk menyelamatkan anak-anak. Selengkapnya penulis sajikan dalam kutipan berikut:
Ia mendekapku erat-arat penuh kehangatan, mengayun-ayun, sambil berbisik di telingaku bahwa semua akan segera beres. Dalam waktu singkat aku bisa mempercayai Ms. Gold.
(novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer h.45)

C. Analisis Alur

Alur yang digunakan pada novel ini adalah alur maju. Selengkapnya penulis sajikan dalam kutipan berikut:
Kira-kira satu jam kemudian aku dan Big Larry berangkat ke Bioskop.
Hari berikutnya juga istimewa.
(novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer h.87 & 88)

D. Analisis Latar

Latar novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer adalah sebagai berikut:
1. Tempat : pengadilan, sekolah, rumah orang tua asuh
Selengkapnya penulis sajikan dalam kutipan berikut:
Beberapa menit kemudian, Aku, Ms. Gold, Ibu, dan keempat saudara lelakiku bersama-sama memasuki ruang sidang pengadilan.
(novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer h.65)
Aku terbawa dalam tidur sedikit demi sedikit, bersamaan dengan timbulnya rasa aman dan tentram di tempatku yang baru ini.
(novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer h.85)
2. Suasana : petang hari, siang hari, malam hari
Selengkapnya penulis sajikan dalam kutipan berikut:

Waktu aku memakannya, aku menangis dalam hati, bukan karena…….tapi karena aku membiarkan Ibu melakukan hal itu terhadap diriku.
(novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer h.99)
Dari balik pintu kaca itu bisa kudengar kerumunan anak-anak tadi bertepuk tangan dan bersorak girang menyambutku.
(novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer h.151)
3. Waktu : sedih, ramai, kecewa, takut, bahagia
Selengkapnya penulis sajikan dalam kutipan berikut:

Tetapi aku berdiri tegak disitu ketika jam diruang tengah itu menunjukkan pukul tujuh.
(novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer h.141)
Ketika untuk pertama kalinya ditempat itu aku merasakan rekreasi sore hari, aku berjalan keluar dari selku.
(novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer h.188)

E. Analisis Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang terdapat pada novel ini menggunakan hampir keseluruhan kata baku dan sehari-hari. Selengkapnya penulis sajikan dalam kutipan berikut:
Aku merasa sangat frustasi. Untuk sesaat—hanya sesaat saja—konsentrasiku buyar, ketika aku berpikir sampai seberapakah risiko yang kuambil ini mempengaruhi sikap penerimaan anak-anak itu terhadap diriku.
(novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer h.151)

F. Analisis Sudut Pandang

Dalam novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama. Pemeran utama dalam novel tersebut adalah David sebagai Aku. Selengkapnya penulis sajikan dalam kutipan berikut:
Aku begitu gampang meyakinkan diriku bahwa aku bakal hidup bersama Rudy dan Lilian selama sisa hidupku. Kupejamkan mataku. Kutahan air mata yang mendesak keluar.
(novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer h. 217)

G. Analisis Amanat

Dengan perjuangan keras dan keteguhan hati, kita akan mendapatkan apa yang diinginkan. Selengkapnya penulis sajikan dalam kutipan berikut:
Bertahun-tahun yang lalu aku ragu apakah aku mampu bertahan hidup. Dalam kehidupanku dulu, sedikit sekali yang kumiliki. Kini, ketika aku berdiri dalam sebuah kenyataan yang dulu berupa angan-angan, aku memiliki apa yang didambakan setiap orang.
(novel “The Lost Boy” karya Dave Pelzer h. 229)

BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan

Dari uraian di atas penulis simpulkan sebagai berikut:
1. Tema : pencarian kasih sayang
2. Tokoh dan Penokohan : :
David : pekerja keras, penuh dedikasi, dan antisipasi
Sosok Ibu : jahat, kejam, licik, pemabuk, dan perokok
Ms. Catanze : ramah, sangat baik, dan perhatian, juga tabah dalam menghadapi kelakuan anak asuhnya
Ms. Gold : baik, ramah, penuh perhatian, mengabdikan seluruh hidupnya untuk menyelamatkan anak-anak
3. Alur : menggunakan alur maju
4. Latar : :
tempat : pengadilan, sekolah, rumah orang tua asuh
waktu : petang hari, siang hari, malam hari
suasana : sedih, ramai kecewa, takut, bahagia
5. Gaya Bahasa : menggunakan hampir keseluruhan kata sehari-hari
6. Sudut Pandang : orang pertama pelaku utama
7. Amanat : dengan perjuanagan keras dan keteguhan hati, kita akan mendapatkan apa yang di inginkan

B. Saran
Dari uraian makalah di atas dapat penulis sarankan sebagai berikut:
1. Banyak membaca buku, karena membaca buku sangatlah banyak manfaatnya.
2. Dengan membaca buku akan sedikit banyak memberi pelajaran maupun hikmah darinya.
3. Untuk memperluas wawasan pembaca pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan, dkk. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Hatikah, Tika, dkk. 2004. Membina Kompetisi Berbahasa dan Bersastra Indonesia. Bandung: Grafindo Media Pratama.
Parawira, Intan. 2008. Kiat Menulis Karya Ilmiah. Klaten: PT Macan Jaya Cemerlang.
Pelzer, Dave. 2003. The Lost Boy. Jakarta: Gramedia.
Sulastri, Euis, dkk. 2008. Bahasa Sastra Indonesia. Jakarta: Aneka Ilmu.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: